Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) adalah serangkaian delapan tujuan pembangunan internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2000 untuk mengatasi berbagai tantangan global, termasuk kemiskinan, kelaparan, pendidikan, kesetaraan gender, dan kelestarian lingkungan. Sasaran-sasaran tersebut menetapkan target-target yang harus dicapai pada tahun 2015, dan meskipun kemajuan telah dicapai di banyak bidang, masih terdapat kesenjangan dan tantangan yang signifikan.
Menanggapi hal ini, PBB mengadopsi Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 pada tahun 2015, yang mencakup 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang harus dicapai pada tahun 2030. Tujuan-tujuan ini lebih komprehensif dan ambisius dibandingkan MDGs, yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang lebih luas dan tidak meninggalkan siapa pun dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan.
Salah satu cara utama SDGs mengubah lanskap pembangunan berkelanjutan adalah melalui penyertaan Tujuan 9, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur yang berketahanan, mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, dan mendorong inovasi. Tujuan ini, yang dikenal sebagai MDG9, mengakui pentingnya infrastruktur dan inovasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan, dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
MDG9 sangat penting untuk memajukan pembangunan berkelanjutan dalam beberapa cara. Pertama, perjanjian ini menekankan perlunya negara-negara berinvestasi pada infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim dan tantangan lingkungan lainnya. Hal ini termasuk membangun sistem transportasi berkelanjutan, infrastruktur energi, dan jaringan komunikasi yang tahan terhadap dampak bencana alam dan gangguan lainnya.
Kedua, MDG9 menyoroti pentingnya mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan. Tujuan ini menyerukan negara-negara untuk mengadopsi kebijakan dan praktik yang mendukung pengembangan industri berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa industri ini memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat, termasuk perempuan, pemuda, dan kelompok marginal.
Terakhir, MDG9 mendorong negara-negara untuk mendorong inovasi dan kemajuan teknologi sebagai sarana untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Hal ini termasuk mendorong penelitian dan pengembangan, mendukung kewirausahaan dan usaha kecil dan menengah, serta memanfaatkan potensi teknologi baru untuk mengatasi tantangan global.
Secara keseluruhan, MDG9 mengubah lanskap pembangunan berkelanjutan dengan menyoroti pentingnya infrastruktur, industrialisasi, dan inovasi dalam mencapai SDGs. Dengan berinvestasi pada infrastruktur yang berketahanan, mendorong industri berkelanjutan, dan mendorong inovasi, negara-negara dapat menciptakan kondisi untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang, inklusi sosial, dan kelestarian lingkungan. Saat dunia berupaya mencapai SDGs pada tahun 2030, MDG9 akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan pembangunan berkelanjutan.
